jogja

PG Madukismo Target Giling 4,8 Juta Kuintal Tebu, Produksi Capai 250 Ton Gula per Hari

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:04 WIB
PG Madukismo, Industri Gula DIY (Sariffudin Widodo/Google Maps)

JOGJA, JAWAHEADLINE.COM – Produksi gula PG Madukismo, target giling tebu 2026, dan industri gula Yogyakarta menunjukkan tren positif.

Tahun ini, PG Madukismo menargetkan penggilingan sekitar 4,8 juta kuintal tebu dengan rendemen mencapai 7 persen.

Koordinator Pengembangan Aset PT Madubaru PG PS Madukismo, Mahmud Safrudin, menjelaskan bahwa jenis tebu yang digunakan mayoritas merupakan varietas Bululawang dengan standar kualitas tertentu agar menghasilkan kadar gula optimal.

"Kadar gula itu target juga. Bagaimana kadar gula tebu itu biar bagus? BSM, Bersih, Segar, Manis. Bersih itu ya kalau pas motong tebu tidak ada daunnya, Segar itu kurang dari 2x24 jam tebu digiling, dan Manis itu pasti manis kalau sudah benar motongnya, kadar gulanya tinggi. Jadi penebangan tebu tidak sembarang, harus sesuai, dipotong pas tanah. Karena kadar gula yang paling tinggi itu di paling bawah," jelas Mahmud dikutip dari laman jogjaprov.go.id.

Baca Juga: PG Madukismo Jadi Benteng Terakhir Industri Gula DIY, Warisi Sejarah 19 Pabrik yang Hilang

Produksi Berlangsung 24 Jam

Mahmud menjelaskan, masa penggilingan tahun ini dimulai lebih awal dibanding biasanya, yakni sejak April 2026.

Dilansir dari laman jogjaprov.go.id, Saat ini kapasitas giling PG Madukismo mencapai 3.500 ton tebu per hari atau meningkat signifikan dibanding masa awal operasional yang hanya sekitar 1.500 ton per hari.

Baca Juga: Wagub Jateng Taj Yasin Tekankan Pendidikan Akhlak Sejak Dini, Jadi Benteng Anak Hadapi Perkembangan Zaman

"Kapasitas giling kami itu setiap hari 3.500 ton tebu. Sehari bisa menghasilkan sebanyak 250 ton gula atau 5.000 karung. Satu karungnya 50 kg. Kurang lebih segitu. Nah, hasil produksi ini baru bisa mencukupi wilayah Jogja dan Jawa Tengah. Itu pun baru sebagian, tidak seluruhnya," jelas Mahmud.

Proses produksi dilakukan tanpa henti selama 24 jam dengan sistem tiga shift kerja untuk memastikan target produksi tercapai selama musim giling berlangsung.***

Tags

Terkini