jateng

SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Ayam Peternak Lokal untuk Program MBG

Sabtu, 20 Juni 2026 | 22:41 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (humas.jatengprov.go.id)

"Bukan hanya yang disetorkan ke SPPG, tetapi kami juga melindungi harga telur maupun ayam yang ada di Jawa Tengah. Salah satunya, SPPG ini harus membeli dari asosiasi ataupun koperasi yang ada di Jawa Tengah," jelasnya.

Hasil kesepakatan tersebut nantinya akan disosialisasikan kepada Satgas Percepatan MBG di tingkat kabupaten/kota serta seluruh SPPG di Jawa Tengah.

Pemerintah juga akan melakukan pengawasan guna memastikan seluruh ketentuan berjalan sesuai kesepakatan.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, menyebut kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam menyelaraskan implementasi Program Makan Bergizi Gratis di seluruh daerah.

"Dengan adanya komitmen bersama ini, kita sampaikan kepada seluruh SPPG dan yayasan mitra bahwa minimal 2 kali menu per minggu menggunakan telur dan daging ayam," katanya.

Baca Juga: Viral Keluhan UMKM soal Pemadaman Listrik PLN Tanpa Pemberitahuan, Adonan Roti Terbuang Sia-Sia

Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi bentuk intervensi pemerintah untuk membantu menjaga keseimbangan harga telur dan daging ayam di tengah kondisi produksi yang melimpah.

"Harapannya dengan adanya intervensi ini, di masyarakat harga telur dan daging ayam bisa terkendali," ujarnya.

Tengku menambahkan, BGN akan menindaklanjuti setiap laporan apabila ditemukan SPPG yang tidak menjalankan ketentuan, termasuk pembelian bahan pangan di bawah harga yang telah ditetapkan.

"Kita terima semua aduan. Ini menjadi momentum untuk membenahi semuanya agar taat dengan juknis yang diterbitkan BGN," katanya.

Baca Juga: Viral Keluhan UMKM soal Pemadaman Listrik PLN Tanpa Pemberitahuan, Adonan Roti Terbuang Sia-Sia

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Jawa Tengah, Suwardi, menilai kesepakatan tersebut menjadi titik temu yang menguntungkan bagi pemerintah maupun peternak.

Ia menjelaskan, populasi ayam petelur di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 39 juta ekor dengan produksi telur sekitar 2.200 ton per hari.

Sementara kebutuhan konsumsi harian di Jawa Tengah berada di kisaran 1.400 ton sehingga masih terjadi surplus produksi yang cukup besar.

Dengan proyeksi sekitar 4.000 dapur SPPG yang beroperasi di Jawa Tengah, penyerapan telur melalui Program MBG diperkirakan mencapai 7 hingga 8 persen dari total produksi.

Halaman:

Tags

Terkini