JAKARTA, JAWAHEADLINE.COM - Rencana penghentian penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah elite menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Kebijakan yang diwacanakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, itu menuai perhatian publik karena dilakukan di tengah sorotan terhadap pelaksanaan MBG, termasuk kasus keracunan makanan dan dugaan pembengkakan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Perbincangan tersebut mencuat setelah akun Instagram @nowdots mengunggah informasi terkait rencana penghentian distribusi MBG bagi siswa yang berasal dari keluarga mampu.
Baca Juga: Viral ! Polisi Cegat Mahasiswa UI yang Hendak Demo di Bundaran HI, Diminta Pindah ke DPR
"Penyaluran MBG akan disetop ke sekolah-sekolah yang berasal dari kalangan mampu," tulis unggahan tersebut.
"(Sekolah elite) dianggap memiliki akses gizi yang lebih baik sehingga anggarannya bisa dialihkan ke wilayah atau kelompok yang lebih membutuhkan," lanjut keterangan dalam postingan itu.
Wacana tersebut memunculkan beragam respons dari masyarakat.
Sebagian pihak menilai kebijakan itu berpotensi menciptakan perbedaan perlakuan dalam distribusi program pemerintah, sementara di sisi lain muncul pandangan bahwa anggaran perlu diprioritaskan kepada kelompok yang lebih membutuhkan.
Baca Juga: Viral! Rumah Pejabat Diduga Dipasok Air Damkar Saat Warga Medan Krisis, Emak-emak Langsung Geruduk
Refocusing Penerima Manfaat Jadi Pertimbangan
Kepala BGN Nanik S. Deyang sebelumnya telah mengonfirmasi adanya rencana penghentian penyaluran MBG bagi siswa dari kalangan ekonomi mampu.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya refocusing penerima manfaat sekaligus optimalisasi penggunaan anggaran program.
"Maksudnya yang mampu, yang 'kaya' nanti tidak dapat lagi," ujar Nanik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Dalam kesempatan lain usai pelantikannya sebagai Kepala BGN, Nanik menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi kembali sasaran penerima manfaat program MBG.
"Kami refocusing penerima manfaat. Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu?" ujar Nanik usai dilantik jadi Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).