Melalui akun media sosial MBG Watch, massa sebelumnya mengimbau peserta membawa panci, sutil, dan struk belanja untuk menyuarakan tuntutan agar pemerintah lebih serius mengevaluasi program tersebut.
Baca Juga: Gus Miftah Soroti Pelaksanaan MBG, Ingatkan Pejabat dan SPPG Jalankan Program Secara Amanah
Dalam orasinya, salah satu peserta aksi menyoroti penggunaan anggaran MBG.
Ia menilai terdapat ketimpangan antara anggaran yang diterima penerima manfaat dengan biaya operasional dan fasilitas yang dinikmati pejabat terkait program.
Menurut orator, penerima manfaat hanya memperoleh anggaran makan sekitar Rp8.000 hingga Rp10.000, sementara terdapat pengeluaran lain yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat penerima program.
Baca Juga: Qodari : Buku Presiden Solusi Disusun sebagai Bacaan Populer untuk Masyarakat
Aksi tersebut berlangsung di tengah sorotan terhadap BGN setelah Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan pimpinan badan tersebut sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Program MBG yang berkaitan dengan dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).***