Di tengah tantangan tersebut, kondisi ekonomi Kota Bandung menunjukkan tren yang positif. Farhan mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah saat ini sudah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Sekarang kita sudah berada di angka sekitar 5,75 sampai 5,76 persen. Ini meningkat cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang masih di bawah 5 persen," ungkapnya.
Pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung tercatat berada di kisaran 5,75 persen.
Baca Juga: Tak Sekadar Pabrik Gula, PG Madukismo Tawarkan Wisata Edukasi Unik yang Jarang Ditemukan di Jogja
Capaian tersebut, menurut Farhan, menjadi indikator bahwa berbagai program pembangunan dan penguatan ekonomi yang dijalankan pemerintah bersama para pemangku kepentingan mulai membuahkan hasil.
"Ini membuktikan, pembangunan dan perkembangan ekonomi di Kota Bandung berjalan dalam satu barisan yang kompak, terintegrasi, dan memberikan hasil yang optimal," katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa berbagai capaian tersebut harus terus dijaga dan ditingkatkan.
Baca Juga: Kemitraan dengan Petani Jadi Kunci PG Madukismo Bertahan Lebih dari 70 Tahun
Salah satu peluang yang diyakini dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah adalah rencana pengaktifan kembali Bandara Internasional Husein Sastranegara.
Menurut Farhan, beroperasinya kembali bandara tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, hingga jasa.
Namun, peluang tersebut harus didukung dengan perencanaan yang matang agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara maksimal.
Baca Juga: Polsek Senduro Lumajang Patroli Objek Vital dan Jalur Wisata Bromo, Situasi Aman Kondusif
"Kita sedang menunggu pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara yang diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Farhan menjelaskan, industri penerbangan saat ini menghadapi kondisi yang berbeda dibandingkan sebelum pandemi.
Kenaikan harga avtur, mahalnya tiket pesawat, hingga perubahan pola perjalanan masyarakat menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam menyusun strategi pengembangan kawasan.