“Yang bersangkutan sendiri udah minta maaf (walau lewat perantara), semoga emang jadi pelajaran buat dia, bukan cuma formalitas,” tulisnya.
Tuai Kritik Warganet
Viralnya aksi mahasiswa membawa printer ke coffee shop di Renon, Bali, memicu beragam reaksi dari pengguna media sosial.
Banyak warganet menilai penggunaan fasilitas kafe secara berlebihan dapat merugikan pelaku usaha maupun pelanggan lain.
"Jangan dinormalisasi begini ya adik-adik. Ini namanya korupsi. Kalian ambil listrik buat device yang ga seharusnya kalian bawa ke coffee shop. Jangan sampai hal-hal kayak gini jadi berdampak juga ke kakak-kakak yang Remote Working (WFC). Nanti lama-lama dilarang working from cafe pula," tulis akun @flo****r.
"Merugikan banget dikira yang nongkrong dia doang sampai dikuasai meja dan bangkunya. WFC or kerjain tugas ya boleh-boleh aja tapi sewajarnya manusia aja lah pakai adab dan etikanya dipakai di tempat umum," komentar akun @sll******y.
Baca Juga: Wali Kota Yogyakarta Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Kunci Kebijakan
"Masalahnya mereka itu udah ganggu dan seenak jidat mereka aja. Iya sih mereka juga beli kopi di sana, tapi kalau yang beli cuma 2-3 orang dan cuma sekali order kan rugi juga outletnya," tulis akun @lee***_.
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah memperoleh lebih dari 17 ribu tanda suka dan ribuan komentar, menjadikannya salah satu topik yang ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.***